Senin, 01 Oktober 2012

Yadnya Kasada (Upacara Kasada) Gunung Bromo

Pada malam ke-14 Bulan Kasada Masyarakat Tengger penganut Agama Hindu (Budha Mahayana menurut Parisada Hindu Jawa Timur) berbondong-bondong menuju puncak Gunung Bromo, dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai hasil pertanian, ternak dan sebagainya, lalu dilemparkan ke kawah Gunung Bromo sebagai sesaji kepada Dewa Bromo yang dipercayainya bersemayam di Gunung Bromo. Upacara korban ini memohon agar masyarakat Tengger mendapatkan berkah dan diberi keselamatan oleh Yang Maha Kuasa.















Upacara Kasada diawali dengan pengukuhan sesepuh Tengger dan pementasan sendratari Rara Anteng Jaka Seger di panggung terbuka Desa Ngadisari. Kemudian tepat pada pukul 24.00 dini hari diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat di poten lautan pasir Gunung Bromo. Dukun bagi masyarakat Tengger merupakan pemimpin umat dalam bidang keagamaan, yang biasanya memimpin upacara-upacara ritual perkawinan dll. Sebelum dilantik para dukun harus lulus ujian dengan cara menghafal dan membacakan mantra-mantra.

Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggaldipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo dapat kita lihat dari malam sampai siang hari Kasada Bromo.



Legenda Asal Mula Upacara Kasada

Menurut ceritera, asal mula upacara Kasada terjadi beberapa abad yang lalu. Pada masa pemerintahan Dinasti Brawijaya dari Kerajaan Majapahit. Sang permaisuri dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Roro Anteng, setelah menjelang dewasa sang putri mendapat pasangan seorang pemuda dari kasta Brahma bernama Joko Seger.

Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran dan bersamaan mulai menyebarnya agama Islam di Jawa, beberapa punggawa kerajaan dan beberapa kerabatnya memutuskan untuk pindah ke wilayah timur, dan sebagian menuju di kawasan Pegunungan Tengger termasuk pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger.

Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya "Penguasa Tengger Yang Budiman". Nama Tengger diambil dari akhir suku kata nama Rara Anteng dan Jaka Seger. 

Kata Tengger berarti juga Tenggering Budi Luhur atau pengenalan moral tinggi, simbol perdamaian abadi. Dari waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup makmur dan damai, namun sang penguasa tidaklah merasa bahagia, karena setelah beberapa lama pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumahtangga belum juga dikaruniai keturunan. Kemudian diputuskanlah untuk naik ke puncak gunung Bromo untuk bersemedi dengan penuh kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa agar karuniai keturunan.

Tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo, Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya dan kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orang tua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita kawah Gunung Bromo menyemburkan api. 

Kesuma anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib :"Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Hyang Widi menyelamatkan kalian semua.












Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Hyang Widi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Hyang Widi di kawah Gunung Bromo. Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo. Upacara ini berlokasi disebuah pura yang berada dibawah kaki gunung bromo. Dan setelah itu dilanjutkan kepuncak gunung Bromo. Upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama dibulan Kasodo menurut penanggalan Jawa.



Sumber :


http://socyberty.com/issues/kasodo-ceremony-at-tengger-tribe-thankfulness-and-fulfillment-of-vow/

Kamis, 28 Juni 2012

TUGAS REVIEW TESIS


Nama : Cynthia Ratna Nur Anisa
Kelas    : 3EA02
NPM    : 12209666
Tugas 3  Bahasa Indonesia 2
Review dari penulisan TESIS :
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, DAYA TARIK PROMOSI DAN HARGA TERAHDAP MINAT BELI (Studi Kasus StarOne di Area Jakarta Pusat)
Oleh :
Ndaru Kusuma Dewa
NIM: C4A006467

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
PROGRAM PASCA SAJARNA
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2009
1. Abstraksi :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengeruhi minat beli prepaid StarOne di area yang dipelajari. Kata kunci : kualitas produk, daya tarik promosi, harga, minat beli, regresi, StarOne, Jakarta Pusat.
2. Latar belakang :
Dalam perkembangannya saat ini, teknologi  telekomunikasi dan informasi tidak hanya menjadi instrumen peningkatan efektifitas dan efisiensi bisnis, tetapi  juga telah menjadi area bisnis yang menggiurkan, yang banyak diperebutkan pelaku usaha karena potensi luar biasa yang dikandungnya (Iqbal:2002).
3. Tujuan penelitian :
Tujuan penelitian dari tesis ini adalah menganalisis pengaruh kualitas produk, daya tarik promosi dan harga terhadap minat beli produk prepaid StarOne, terutama di area Jakarta Pusat.
4. Metode penelitian :
Subjek :
Pengguna StarOne Prepaid, pendidikan minimal SMP atau sederajat, berusia 15 - 60 tahun dan berdomisili dan bekerja pada area Jakarta Pusat.
Teknik analisis data :
a. Analisis Deskriptif
b. Analisis Regresi
Alat ukur :
a. Uji Validitas dan Reablitas
b. Uji Asumsi Klasik
c. Uji Multikolineritas
d. Uji Heteroskedastisitas
e. Uji t
f. Uji F
g. Koefisien Determinasi (R²)
Hasil analisis :
Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini pada pengaruh variabel kualiatas produk, daya tarik promosi, dan harga terhadap minat beli, menghasilkan tiga kesimpulan, yaitu :
1.      Hasil penelitian dengan menggunakan data empiris menunjukkan bahwa kualitas produk yang di ukur dengan delapan indikator yang meliputi suara pengirim dan penerimaan yang jelas, sambungan ketika melakukan panggilan lancar, akses internet yang lancar, jangkauan area yang luas, kualitas sinyal yang bagus, keberhasilan melakukan transfer pulsa, dan kemudahan pengisian ulang voucher memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.
2.      Hasil penelitian dengan menggunakan data empiris menunjukkan bahwa daya tarik promosi yang di ukur dengan sebelas indikator yang meliputi isi materi iklan yang jelas, isi materi iklan yang lengkap, iklan mudah mendapat perhatian, iklan mudah dipahami, adanya referensi informasi tambahan pada iklan, pemakaian ikon artis sebagai bintang iklan, jingle StarOne mudah diingat, gaya iklan yang atraktif, bahasa iklan yang provokatif, iklan yang membuat penasaran, dan lirik yang mengena terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.
3.      Hasil penelitian dengan menggunakan data empiris menunjukkan bahwa harga yang diukur dengan tujuh indikator yang meliputi harga perdana yang murah, harga voucher yang terjangkau, tarif telepon yang murah, tarif internet yang murah, tarif fasilitas tambahan (SMS, fax, converence call) yang murah, harga bundling perdana StarOne dan HP Motorola yang terjangkau, dan variasi pilihan pembelian pulsa yang beragam (sistem paket atau satuan) terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.

Minggu, 25 Maret 2012

Bangkitkan Cinta Tanah Air yang Meredup

 
         TUGAS RESENSI
      Data Publikasi
a.       Judul                              : Bangkitkan Cinta Tanah Air yang Meredup
b.      Penulis                            : Ferry Santoso
c.       Penerbit                         : Koran KOMPAS
d.      Tanggal / No.Penerbitan : Sabtu, 24 Maret 2012 / nomor  259 tahun ke-47
e.      No. Halaman                  : 5
f.        Tema                              : Sejarah

2.       Ringkasan :
Sebuah film dokumenter presiden pertama Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, menjadi andalan bagi pengelola Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bangka Belitung di Pangkal Pinang untuk mengenalkan jasa para pendiri bangsa kepada para pengunjung, terutama para siswa.
Film dokumenter itu biasanya diputar jika ada siswa berkunjung ke perpustakaan itu. “Saya bekerja sama dengan sekolah-sekolah agar ada acara kunjungan siswa ke perpustakaan,” tutur Rita. Mengenal para pendiri bangsa melalui film dokumenter memang sangat penting untuk membangkitkan jiwa patriot dan rasa cinta Tanah Air. Dari film itu, diharapkan generasi muda dapat mengetahui dan menyadari  betapa besar nilai dan arti perjuangan Soekarno dan para tokoh lainnya dalam mendirikan dan membangun bangsa ini.
Sayangnya, rasa dan semangat cinta terhadap Tanah Air, tempat sebuah bangsa yang besar dan kaya, semakin tipis. Konflik sosial, baik yang berlatar belakang agama, ekonomi, maupun sosial, akhir-akhir ini kerap terjadi. Konflik-konflik tersebut dapat membuat masyarakat terpecah dan terkotak-kotak. Kebijakan investasi dan ekonomi yang sangat liberal juga menunjukan redupnya rasa cinta Tanah Air.
Mengapa kesadaran patriotisme dan rasa cinta terhadap Tanah Air itu semakin memudar? Memang banyak faktor yang dapat dilihat. Kemungkinan, proses penanaman nilai atau konsientisasi nilai-nilai patriotisme, cinta Tanah Air, perjuangan, dan kebangsaan juga terus kendur dalam perjalanan berbangsa dan bernegara selama ini. “Nilai-nilai patriotis atau cinta Tanah Air dan nasionalisme memang kurang ditanamkan kepada anak-anak didik saat ini,” kata Rita. Dia meyakini, penayangan film dokumenter Soekarno dapat membangkitkan semangat tersebut.
3.       Keunggulan : Menurut saya, keunggulan dari artikel tersebut adalah artikel ini sangat bermanfaat bagi pembacanya karna dapat membangkitkan rasa nasionalisme terhadap para pembacanya sehingga masyarakat lebih mengahargai bangsanya sendiri dan lebih cinta terhadap Tanah Air. Artikel tersebut juga dapat membantu mempromosi perpustakaan yang ada di Pangkal Pinang yang terletak di daerah provinsi Bangka Belitung tersebut supaya dapat di kunjungi oleh para siswa agar lebih mengetahui tentang sejarah di Indonesia.
4.    Kelemahan : Menurut saya, kelemahan dari artikel tersebut adalah kurangnya informasi terhadap perpustakaannya sehingga jika ada pembaca yang ingin kesana kurang mengetahui informasinya.
5.       Pendapat Akhir / Saran : Saran dari saya adalah sebaiknya artikel tersebut diberikan informasi tentang perpustakaan tersebut sehingga jika ada pembaca yang ingin mengunjunginya dapat lebih mudah. Dan sebaiknya lebih banyak lagi artikel-artikel yang membahas tentang sejarah seperti ini sehingga dapat meningkatkan rasa nasionalisme terhadap para pembacanya.

Senin, 09 Januari 2012

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PRODUK MAKANAN SIAP SAJI ( MC. DONALD's )

Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.


Sejarah singkat tentang Mc. Donald's

Berawal dari kebutuhan masyarakat yang menginginkan makanan yang berkualitas, pelayanan yang ramah dan cepat, restoran yang bersih dan harganya murah. Dikarenakan saat ini persaingan yang sangat ketat dan permintaan masyarakat juga sangat tinggi dan bervariatif, untuk itu maka di dirikan Mc. Donald's di Indonesia.

Mc. Donald's yang merupaka perusahaan cepat saji yang si bangun pertama kali oleh Ray Kroc pada tanggal 15 April 1955 di Des Plainess, Ilinois, AS, dan pertama di Indonesia pada tanggal 22 February 1991 tepatnya di Sarinah Thamrin Jakarta dengan tenaga kerja 100% putra putri Imdonesia. Hanya dalam waktu 5 tahun, Mc. Donald's membuka restorannya yang ke 200 dan menjual 400 juta burger.

Pada tahun 2004, Bandung di percaya oleh Mc. Donald's untuk membuka cabang yang ke 159 di Simpang Dago pada 24 Desember 2004 bedasarkan sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) dengan no.0016000030499. Semakin banyak perusahaan-perusahaan cepat saji yang sudah berkembang di Indonesia, Mc. Donald's berusaha agar selalu dapat diterima di kalangan masyarakat luas. Dimana setiap perusahaan memiliki strategi masing-masing dalam bersaing untuk mendapatkan kepercayaan konsumennya. Hal ini juga yang di tandai dengan terjadinya era pasar bebas yang akan berdampak masuknya pesaing-pesaing baru baik dari dalam negri maupun luar negri. Sehingga setiap perusahaan di tuntut untuk dapat merencanakan serta melaksanakan strateginya dan mampu meningkatkan kinerja perusahaan agar lebih efektif, efesien, dan ekonomis. Penimgkatan terhadap kinerja tersebut di harapkan dapat menjadikan perusahaan tersebut lebih handal dan unggul dalam arena persaingan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli.

• Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen.
Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.
Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.


• Faktor Sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.
Keluarga dapat pempengaruhi perilaku pembelian. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan pembelian keluarga, tergantung pada produk, iklan dan situasi.
Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya-keluarga, klub, organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat.


• Faktor Pribadi
Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya. Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu.
Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang ).
Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan “seseorang secara keseluruhan” yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang.
Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Kepribadian dapat merupakan suatu variabel yang sangat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Bila jenis- jenis kepribadian dapat diklasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek.


• Faktor Psikologis
Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta kepercayaan.
Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima.
Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda-beda dari objek yang sama karena adanya tiga proses persepsi:
• Perhatian yang selektif
• Gangguan yang selektif
• Mengingat kembali yang selektif
Pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Sedang kepercayaan merupakan suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.


Referensi :

Rabu, 26 Oktober 2011

perilaku konsumen dan segmentasi pasar

Konsumen, pengertian Konsumen menurut Philip Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi. Jadi bisa di bilang konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Ciri-ciri Konsumen :
a) Loyal terhadap produk
b) Adanya komunikasi yang bersifat positif
c) Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli produk


Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa menurut Blackwell, Miniard, & Engel, 2001. Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi  (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

Segmentasi pasar sangat penting peranannya dalam penerapan strategi pemasaran. Pengembangan pemasaran didukung oleh beberapa faktor, diantaranya penentuan harga jual. Selain harga jual untuk memastikan keberhasilan suatu pemasaran salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan adalah segmentasi pasar.


Menentukan segmentasi pasar dalam penetapan strategi pemasaran adalah langkah yang harus dilakukan sebelum menjual suatu produk dijual ke pasar. Hal tersebut terkait dengan penentuan sasaran yang dinilai prospektif dalam strategi pemasaran. Penentuan segmentasi pasar dilakukan dengan cara memecah beberapa konsumen yang prospek menjadi bagian kecil.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumen untuk Mengambil Keputusan Pembelian
Dalam memahami perilaku konsumen, terdapat banyak pengaruh yang mendasari seseorang dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk atau merek. Pada kebanyakan orang, perilaku pembelian konsumen seringkali diawali dan dipengaruhi oleh banyaknya rangsangan (stimuli) dari luar dirinya, baik berupa rangsangan pemasaran maupun rangsangan dari lingkungan yang lain. Rangsangan tersebut kemudian diproses (diolah) dalam diri, sesuai dengan karakteristik pribadinya, sebelum akhirnya diambil keputusan pembelian. Karakteristik pribadi konsumen yang dipergunakan untuk memproses rangsangan tersebut sangat komplek, dan salah satunya adalah motivasi konsumen untuk membeli.
Menurut Schiffman dan Kanuk (1994) dalam Albari (2002) menyatakan bahwa motivasi sebagai kekuatan dorongan dari dalam diri individu yang memaksa mereka untuk melakukan tindakan. Jika seseorang mempunyai motivasi yang tinggi terhadap obyek tertentu, maka dia akan terdorong untuk berperilaku menguasai produk tersebut. Sebaliknya jika motivasinya rendah, maka dia akan mencoba untuk menghindari obyek yang bersangkutan. Implikasinya dalam pemasaran adalah untuk kemungkinan orang tersebut berminat untuk membeli produk atau merek yang ditawarkan pemasaran atau tidak



Sumber : http://nadia-ungu.blogspot.com/?zx=8938f8d05533bbd4

perilaku konsumen dan segmentasi pasar

Konsumen, pengertian Konsumen menurut Philip Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi. Jadi bisa di bilang konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Ciri-ciri Konsumen :
a) Loyal terhadap produk
b) Adanya komunikasi yang bersifat positif
c) Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli produk


Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa menurut Blackwell, Miniard, & Engel, 2001. Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi  (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

Segmentasi pasar sangat penting peranannya dalam penerapan strategi pemasaran. Pengembangan pemasaran didukung oleh beberapa faktor, diantaranya penentuan harga jual. Selain harga jual untuk memastikan keberhasilan suatu pemasaran salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan adalah segmentasi pasar.


Menentukan segmentasi pasar dalam penetapan strategi pemasaran adalah langkah yang harus dilakukan sebelum menjual suatu produk dijual ke pasar. Hal tersebut terkait dengan penentuan sasaran yang dinilai prospektif dalam strategi pemasaran. Penentuan segmentasi pasar dilakukan dengan cara memecah beberapa konsumen yang prospek menjadi bagian kecil.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumen untuk Mengambil Keputusan Pembelian
Dalam memahami perilaku konsumen, terdapat banyak pengaruh yang mendasari seseorang dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk atau merek. Pada kebanyakan orang, perilaku pembelian konsumen seringkali diawali dan dipengaruhi oleh banyaknya rangsangan (stimuli) dari luar dirinya, baik berupa rangsangan pemasaran maupun rangsangan dari lingkungan yang lain. Rangsangan tersebut kemudian diproses (diolah) dalam diri, sesuai dengan karakteristik pribadinya, sebelum akhirnya diambil keputusan pembelian. Karakteristik pribadi konsumen yang dipergunakan untuk memproses rangsangan tersebut sangat komplek, dan salah satunya adalah motivasi konsumen untuk membeli.
Menurut Schiffman dan Kanuk (1994) dalam Albari (2002) menyatakan bahwa motivasi sebagai kekuatan dorongan dari dalam diri individu yang memaksa mereka untuk melakukan tindakan. Jika seseorang mempunyai motivasi yang tinggi terhadap obyek tertentu, maka dia akan terdorong untuk berperilaku menguasai produk tersebut. Sebaliknya jika motivasinya rendah, maka dia akan mencoba untuk menghindari obyek yang bersangkutan. Implikasinya dalam pemasaran adalah untuk kemungkinan orang tersebut berminat untuk membeli produk atau merek yang ditawarkan pemasaran atau tidak

Minggu, 09 Oktober 2011

Sepeda Fixie Yang Penuh Gaya


Tadinya saya hanya ingin membeli sepeda untuk berolah raga, namun setelah melihat teman" menggunakan sepeda fixie yang berwarna warni saya jadi sangat tertarik untuk membelinya. Maka saya mulai mencari-cari info tentang sepeda tersebut, yang ternyata bisa merakit sendiri atau pun beli yang sudah jadi, harganya pun sangat berfariasi dari kisaran Rp.1.000.000 sampai dengan harga yang sangat fantastis dan bombastis yaitu Rp.100.000.000

Selain bentuknya yang unik, saya sangat tertarik juga dengan warna-warna yang bisa di kombinasikan dalam sepeda  fixie tersebut, berikut ini contoh gambar-gambar dari sepeda fixie 

Gambar Sepeda Fixie Antik








Gimana cara mendapatkan Sepeda Fixie?
Kalo kamu punya budget yg berlebih, kamu bisa beli jadi sepeda fixie, itung-itung menghemat waktu dan tenaga harga sepeda Fixie untuk minimum dengan komponen seadanya dapat mencapai 1.5 juta. Harga sepeda Fixie yang cukup lumayan sekitar 2.5 juta atau lebih. Sedangkan harga sepeda Fixie rakitan tipe generic dengan komponen cukup baik mencapai 3.5 juta keatas. Tipe sepeda fixie bermerek umumnya berada di atas 4 juta, tergantung komponen yang sedang in. Tapi kalau kamu memang pengen dapetin sepeda yang benar-benar pas dihati kamu, kamu bisa merakit sendiri biarpun jauh lebih repot dari beli jadi, yang penting hati puas. Caranya, beli dari rangka kosong sudah banyak dijual, atau bisa memilih rangka polos dan di cat sendiri atau bisa juga mengunakan frame sepeda balap lama. Komponen dari roda dilepas dan diganti dengan komponen sepeda Fixie yang simpel. Untuk ukuran frame sepeda balap tua umumnya masih bisa dipakai, rata rata sepeda Fixie dirancang untuk ban 700C. Ingin meninggalkan sejarah pada sepeda, boleh juga mempertahankan bagian stang road bike. Sisanya boleh di modifikasi sesuai dengan selera kamu.
Akhirnya saya memutuskan untuk membeli sepeda fixie yang langung jadi, karena saya ingin segera menaiki sepada baru saya bersama teman-teman saya.